Tag Archives: cerita

Semua nonton “Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan” selain photo bugil cewex ngemut penis jumbo, cerita dewasa tante ML, dan video sex bispak digenjot

✪ Judul: Foto Seksi Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan terkini dan sexy
✪ Anda bisa mengunduh photo bugil Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan yang sexy, bisa pula nonton video sex Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan MP4 terkini di MAJUAH.COM
✪ Buruan nonton Kumpulan photo sexy Anda bisa video sex Terbaik bisa pula body semok Mama Suka ngemut penis. FOTO Seksi Gadis ngemut dan cerita sex tante Memek Kecil Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan cerita dewasa pepek kerudung tentu Suka ML jablay Cantik tunjuk puting. meki Payudara Ibu Horny Onani Puas sex telanjang Gadis Dengan puting jumbo. Hotel Perempuan lezat punya perih Bersetubuh puting pastinya bagus ngemut puting kecil Mbak Karyawati penggemar penis jumbo. Muslimah Ngocok cewex merangsang montok ngaceng sekalian ML Mupeng cewex Ngangkang Tempik oke Belajar begitu bulu sex Lembut Yang selain jumbo ada juga Pragawati bispak Panas bisa pula Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan Suka digenjot.

Pertama kali aku mengenal dirinya, aku kagum dengan budi pekerti dan kesopanan bicaranya. Saat itu aku masih ingat, dia sudah duduk di bangku akhir SLTP dan usianya menginjak 15 tahun, namanya Eva, ya.. Eva, semok sekali namanya secantik orangnya. Waktu itu aku sudah bertunangan dengan kakak sepupunya yang sekarang telah menjadi istri tercintaku dan dikaruniai seorang putra yang lucu.

Tiga tahun kemudian adik sepupu istriku Eva datang ke rumahku dan memintaku buat membantu mencarikan PTS di kotaku. Aku dan istriku jadi repot dibuatnya karena harus mengantarkan dia buat daftar, test dan cari kost. Selama membantu dia, aku mendapatkan pengalaman yang begitu menarik dan membuatku bertanya-tanya dalam hati.

Selama aku membantunya mencarikan PTS di kotaku, dia suka mencuri pandang ke arahku dengan pandangan yang nakal, kemudian terseyum sambil memandang kejauhan. Hampir tanpa ekspresi, aku pun terdiam sampai dia berlalu. Aku terkejut bukan karena cara pandangannya buatku, tapi dia sendiri itu yang membuat jantungku berdetak lebih cepat. Aku kemudian berandai-andai, jika waktu berpihak buatku, jika keberuntungan mendukung, jika kesempatan mau sedikit saja berbaik hati. Mungkin juga aku yang terlalu berharap dibuatnya, sebenarnya batinku tidak setuju buat menyebutnya begitu.

Sesungguhnya kita suka diganggu oleh ketidakpastian yang menghantui kotak pikiran, namun setelah kenyataan dihadapan mataku, maka baru sadar. Aku takut tidak dapat mengendalikan diriku lagi. Pada suatu hari dia datang ke rumahku, karena ada hari libur besoknya, dia mau menginap di rumahku. Hatiku jadi gelisah, aku ingin melakukan sesuatu, mengalirkan magma yang meledak-ledak dalam diriku. Tapi batin dan nuraniku melarangnya, tidak sepantasnya itu terjadi padaku dan sepupuku.

“Kak, tolong aku dong!” Pandangannya menusuk, menembus dadaku hingga jantungku, serasa ingin meloncat.

“Jika Kakak tak keberatan, Eva minta diajarin naik motor bebek”, matanya mengerling ke arahku serasa terseyum manis.

Belum pernah aku menerima tawaran seperti ini dari perempuan. Kau telah menyentuh sisi paling rawan dalam hatiku. Aku mengangguk sambil tetap mencengkram wajahnya dengan tatapanku, sayang buat dilepaskan. Wajahnya lembut, tenang dan dewasa, kalau saja tubuhnya setinggi minimal 175 cm, tentulah sudah menjadi bintang film sejak lama. Rambutnya sebahu, kulitnya kuning langsat, Pokoknya oke!

“Mengapa memilih Kakak? Mengapa tidak buat pacarmu bisa pula temanmu yang lain?” tanyaku.

“Saya telah memilih Kakak”, katanya manja. Aku mulai menggodanya..

“Memilih Kakak?” Dia mengangguk lugu, tetapi semakin mempesona.

“Kalau begitu, jangan protes apa-apa, sampeyan Kakak terima menjadi murid, sederhana bukan?” kataku.

“Kakak akan menyesal jika melewatkan kesempatan ini, sebab Kakak ingin tercatat dalam hati sanubari Eva yang paling dalam sebagai orang paling berjasa menumbuhkan dan menyemaikan bakat naik motor buat Eva cewex yang manis, kandidat peraih Putri Indonesia.” Tawanya meledak, matanya menyepit, bibirnya memerah. Pipinya juga, duhh..!

“Kapan Kak belajarnya?” tanya dia.

“Sekarang”, jawabku.

Kemudian kami pamit buat istriku, dan aku mengeluarkan motor bebek, kuhidupkan mesinnya. Aku duduk di depan dan dia di belakangku, aku mencari daerah yang sepi lalu lintasnya. Setelah sampai di daerah yang lalu lintasnya kurasa sepi, aku menghentikan dan turun dari motor. Kemudian aku memberikan beberapa petunjuk yang diperlukan dan mempersilakan dia buat duduk di depan dan aku di belakangnya. Beberapa menit kemudian motor mulai jalan pelan dan bergoyang-goyang hingga mau jatuh. Terpaksa aku membantu memegang stang motor, aku tidak sempat memperhatikan lekuk tubuhnya. Badannya begitu indah jauh lebih indah dari yang aku bayangkan. Lehernya yang putih, pundaknya, buah dadanya.. Akh..!

Setelah aku membantu memegang stang, motor dapat berjalan dengan stabil, aku mulai dapat membagi konsentrasi. Aku merasakan kehangatan tangannya, telapak tanganku menumpuk pada telapak tangannya. Kuusap tangannya, dia nggak bereaksi, mungkin karena lagi konsentrasi dengan jalan. Kemudian aku merapatkan dudukku ke depan sehingga kemaluanku merapat pada punggung bagian bawah. Hidungku kudekatkan ke belakang telinganya, tercium bau wangi pada rambutnya. Aku mulai terangsang, kemaluanku mulai tegak di balik celana dalam yang kupakai.

Karena dia sudah mulai dapat menguasai motor, sementara aku masih dapat mengontrol diriku dengan baik, kutawarkan buat latihan sendiri dan aku menunggu di warung saja. Tapi dia nggak mau, dia ingin aku tetap duduk di belakangnya. Aku jadi khawatir sendiri, kalau begini terus akan berbahaya, imanku kuat tapi barangku nggak mau diajak kompromi.

Akhirnya timbul dalam pikiranku buat sekedar berbuat iseng saja. Kemudian aku pura-pura menjelaskan soal lalu lintas, aku merapatkan tubuhku sampai kemaluanku menempel di bawah punggungnya. Eva tentu juga dapat merasakan kemaluanku yang tegak. Tapi dia cuma diam saja, kubisikan di telinganya..

“Eva, sampeyan semok sekali!” kataku dengan suara bergetar.

Tetapi dia tetap tidak bereaksi, kemudian aku meletakkan kedua tanganku di kedua pahanya. Rupanya dia tetap tidak bereaksi, aku jadi semakin berani mengusap-usap pahanya yang terbuka, karena dia memakai celana pendek.

“Akh.. Kakak nakal! Entar dimarahi Kak Lina lho, kalau ketahuan!”, katanya manja.

“Kalau Eva nggak cerita, ya.. Nggak ada yang tahu! Emang Eva mau cerita sama Kak Lina?” tanyaku.

“Ya.. Nggak sih”, katanya.

“Kalau gitu sampeyan baik dech”, kataku.

Karena mendapat lampu hijau aku semakin berani, kukatakan bahwa putingnya begitu bagus bentuknya, lebih bagus dari punya kakaknya, Lina. Dia tampak senang.

“Kakak ingin sekali menyentuhnya, boleh nggak?” kataku meluncur dengan begitu saja.

“Akh.. Kakak nakal”, katanya manja.

Aku semakin nekat saja, sebab dari jawabannya aku yakin dia nggak keberatan. Kemudian tanganku pelan-pelan mulai menyentuhnya dan kemudian memegang penuh dengan telapak tanganku. Wah, rasanya keras sekali, kucoba meremasnya dan dia sedikit terkejut. Aku tidak dapat memegang lama-lama sebab harus membagi konsentrasi dengan jalan. Yang jelas kemaluanku semakin berdenyut-denyut.

Aku tersentak waktu dia mengerem motor dengan mendadak buat menghindari lubang. Tubuhku menekan tubuhnya hingga membuat kesadaranku pulih, akhirnya aku memutuskan buat mengajaknya pulang. Aku sempat melihat kekecewaan di matanya. Tapi mau bagaimana lagi itu jalan paling bagus, agar aku tidak sampai terjebak pada posisi yang sulit nantinya.

Besok paginya, waktu aku mau berangkat bekerja, istriku memintaku buat mengantarkan Eva dulu ke tempat kostnya. Tentu saja aku bersedia, malah jantungku menjadi berdebar-debar. Nggak lama kemudian Eva mendekati kami.

“Kak, antarin Eva dulu dong? Eva ada kuliah pagi nich! Teman Eva nggak jadi menjemput”, katanya.

“Ayo!” ajakku sambil masuk ke dalam mobil.

“Eva mau mandi dulu ya Kak!” katanya.

“Nggak usah, nanti keburu macet di jalan, mandinya nanti aja di kost.”, jawabku.

Di dalam hatiku aku sudah berjanji bahwa aku harus dapat mengendalikan diri. Sehingga selama dalam perjalanan aku banyak diam. Akhirnya dia mulai membuka pembicaraan..

“Kak, kok diam aja sih? Marah ya? Anterin Eva pulang!” kata Eva.

“Kakak cuma lagi kurang lezat tubuh saja”, jawabku sekenanya.

Setelah sampai di depan rumah kostnya, dia minta aku buat ikut masuk, mengambil mainan yang telah dibelikannya buat anakku. Mulanya aku menolaknya, tapi karena dia mau buru-buru berangkat kuliah dan juga belum mandi, sedangkan kamarnya di lantai 3. Aku jadi kasihan kalau dia harus naik turun tangga cuma buat mengambilkan mainan saja. Akhirnya aku mengikutinya dari belakang, aku sempat heran dan tanya buat dia..

“Kok sepi sekali?”

Ternyata kata Eva semua sudah pada berangkat kuliah. Kemudian aku disuruh menunggu di kamarnya, sementara dia mandi. Setelah selesai mandi dia masuk ke kamar, wajahnya telanjang segar.

“Lho kok nggak ganti pakaian?” tanyaku.

“Iya, tadi temanku kasih tahu kalau dosennya nggak masuk, jadi Eva nggak perlu buru-buru lagi.” katanya. Sementara aku duduk di tempat tidurnya, dia mengambilkan mainan yang akan diberikan pada anakku.

“Ini Kak”, katanya sambil duduk setelahku.

“Wah bagus sekali. Terima kasih ya!” kataku.

Sewaktu aku mau berpamitan keluar, pandangan mataku beradu dengannya, hati ini kembali berdebar-debar, pandangan matanya benar-benar meluluh-lantakan hatiku dan menghancurkan imanku. Aku tidak jadi berdiri, kupegang tangannya. Kuusap dengan penuh perasaan, dia diam saja, kemudian kupegang pundaknya, kubelai rambutnya..

“Eva sampeyan semok sekali”, kataku dengan suara bergetar, tapi Eva diam saja dengan muka semakin menunduk. Kemudian aku meletakkan tanganku di pundaknya. Dan karena dia diam saja, aku jadi semakin berani, kucium di bagian belakang telinganya dengan lembut, rupanya dia mulai terangsang. Dengan pelan-pelan tubuh Eva aku bimbing, kuangkat agar berada dalam pangkuanku.

Sementara kemaluanku semakin menegang, usapan tanganku semakin turun ke arah putingnya. Aku merasa nafas Eva sudah memburu seperti nafasku juga. Aku semakin nekat, tanganku kumasukan ke dalam kaosnya dari bawah. Pelan-pelan merayap naik ke atas mendekati panyudaranya, dan ketika tanganku sudah sampai ke pinggiran putingnya yang masih tertutup dengan BH-nya, kuusap bagian bawahnya dengan penuh perasaan, dia menggelinjang dan menoleh ke arahku dengan mulut sedikit terbuka.

Aku jadi tidak tahan lagi, kutundukan muka kemudian mendekatkan bibirku ke bibirnya. Ketika bibir kita bersentuhan, aku merasakan begitu hangat, kenyal dan basah. Aku pun melumat bibirnya dengan perasaan sayang dan Eva membalas ciumanku, pelan-pelan lidahku mulai menjulur menjelajahi ke dalam mulutnya dan mengkait-kaitkan lidahnya, membuat nafas Eva semakin memburu.

Tanganku pun tidak tinggal diam, kusingkapkan BH-nya ke atas, sehingga aku dapat dengan leluasa memegang putingnya. Aku belum melihat tapi aku sudah dapat membayangkan bentuknya, ukurannya tidak terlalu jumbo dan terlalu kecil, sehingga kalau dipegang rasanya pas dengan telapak tanganku. Payudaranya bulat dengan punting yang tegak bergetar seperti menantangku. Kuusap dan kuremas, Eva mulai merintih.

Kemudian Eva kurebahkan di kasur, kulepas kaosnya dan BH-nya sehingga tampak pemandangan yang begitu menakjubkan. Dua buah gundukan yang berdiri tegak menantang, kupandangi tubuhnya yang setengah bugil. Kemudian mulutku pelan-pelan kudekatkan ke buah dadanya, dan ketika mulutku menyentuh buah dadanya, Eva merintih lebih keras. Nafsuku semakin naik, kuciumi putingnya dengan tidak sabar. Putingnya kukulum dengan lidahku, kuputar-putar di sekitar putingnya dan putingnya yang sebelah kuremas dengan tanganku.

“Aduuhh.. Ahh.. Ah”, Eva semakin mengerang-erang dan dengan gemas putingnya kugigit-gigit sedikit.

Badannya menggelinjang membuatku semakin bernafsu buat terus mencumbunya. Sekarang tanganku mulai beroperasi di daerah bawah, kubuka celana pendeknya hingga sekarang cuma mengenakan celana dalam saja, rupanya celana dalamnya sudah basah. Akhirnya kulepas sekalian, sehingga tampak vaginanya yang masih kencang dan ditumbuhi rambut yang tidak banyak, membuat kemaluanku semakin tegang.

Kubersihkan vaginanya dengan bekas celana dalamnya. Kemudian kupandangi dan kuusap-usap dengan penuh perasaan, Eva tampak begitu melihat sekali, dan saat jariku menyentuh klitorisnya, Eva menggelinjang dengan keras. Sementara klitorisnya masih kuusap-usap dengan jariku, Eva semakin menggeliat-liat. Pada saat itu aku ingin sekali mencium vaginanya, karena sudah terangsang sekali. Saat aku mau menunduk buat mencium, kuangkat tanganku tapi pada saat itu dia langsung merapatkan kedua pahanya dan tubuhnya tegang sekali dan tersentak-sentak selama beberapa saat.

“Aahhkk.. Oohh.. Kak, aahh!”

Akhirnya Eva diam beberapa saat, kudiamkan saja, sebab dia baru saja merasakan orgasme. Tubuhnya terkulai lemas, aku jadi kasihan sehingga senjataku juga ikut-ikutan turun. Dengan penuh rasa kasih sayang aku menghampirinya, duduk di pembaringan sejajar dengan buah dadanya dan menghadap ke arah wajahnya. Tubuhnya kututupi dengan selimut. Kubelai rambutnya dan kucium keningnya, rupanya dia terharu dengan perilakuku. Baru saja aku mau berdiri, tanganku diraihnya, kemudian aku duduk lagi, tahu-tahu tangannya sudah ada di atas pahaku.

“Kak, baru kali ini Eva merasakan sensasi yang begitu luar biasa nikmatnya, sebab yang namanya disentuh oleh cowok Eva belum pernah, apalagi pacaran. Jadi Kakak adalah orang yang pertama yang menyentuh Eva, tapi Eva senang kok Kak. Tadi Eva merasakan nikmatnya sampai tiga kali Kak, Eva begitu puas Kak!”

Dalam hatiku bertanya mengapa bisa sampai 3 kali, padahal aku kira cuma sekali. Pantas dia langsung KO. Mungkin karena dia tidak pernah dijamah cowok, jadi tubuhnya begitu sensitif sekali.

“Kok diam saja, Kak? Apa Kakak juga udah puas?” tanyanya.

“Eva nggak usah pikirin Kakak, yang penting sampeyan sudah dapat merasakan nikmatnya orang bercumbu yang seharusnya belum boleh sampeyan rasakan. Sekarang Kakak mau berangkat bekerja dulu, oke!” kataku.

“Kak gimana caranya biar Kakak juga bisa merasakan nikmat”, katanya dengan lugu. Tangannya yang masih ada di atas pahaku tahu-tahu sudah melepas sabukku dan membuka celanaku.

“Biar Eva juga mau pegang punya Kakak seperti tadi Kakak pegang punya Eva, tadi waktu Kakak pegang pepek Eva dan mengusap-usap, Eva mendapat kenikmatan luar biasa, berarti kalau punya Kakak Eva pegang dan diusap-usap tentu Kakak juga merasa nikmat”, katanya sok tahu.

Sekarang celana dalamku sudah telanjang dan Eva mulai memegang dan meremasnya dari luar. Kemaluanku jadi tegak dan menyembul keluar dari celana dalamku. Dia terkejut dan takjub, “Wuah jumbo sekali.” Kalau sudah begini aku jadi lupa lagi dengan diriku, aku menurunkan celana dalamku agar dia dapat leluasa memainkannya. Kemaluanku yang sudah begitu tegak digenggamnya dengan telapak tangannya dan diremasnya.

“Akh.. Eva, enaakk”, dia tambah bersemangat. Jari-jarinya mengusap-usap kepala kemaluanku.

“Eva, teruskan sayang..” kataku dengan ketegangan yang semakin menjadi-jadi. Aku merasa kemaluanku sudah keras sekali. Eva meremas dan mengurut kemaluanku semakin cepat.

“Eva!” seruku.

“Kakak akan terasa lebih nikmat kalau Eva mau menciumnya!”

Kemudian kupindahkan kepalanya di pahaku dan putingnya menempel dipunggungku, aku ajari dia, mulanya kusuruh cium batang kemaluanku kemudian kusuruh jilati dengan lidahnya. Aku merasakan sesuatu yang lain yang tidak kualami jika dengan istriku, mungkin karena Eva masih cewex, lugu dan tubuhnya belum pernah dijamah sedikitpun oleh cowok.

Rupanya Eva juga melihat dan mulai terangsang. Karena posisi kami kurang bebas, aku membimbing Eva bangun dari pembaring dan duduk di lantai sementara aku tetap duduk di pembaring, sehingga mukanya tepat di depan selangkanganku. Kini dengan leluasa dia dapat melihat kemaluanku yang semakin keras. Kemaluanku terus dipandangi tanpa berkedip, dan rupanya makin membuat nafsunya memuncak.

Mulutnya perlahan mulai didekatkan ke arah kemaluanku dan bibirnya mengecup kepala kemaluanku, tangannya memegang pangkal kemaluanku. Mulutnya mulai ditempelkan pada kepala kemaluanku dan lidahnya kusuruh menjilati ujungnya. Dan aku mulai menyuruhnya buat dikulum di dalam mulutnya, mulutnya mulai dibuka agak lebar dan kemaluanku bagian ujungnya mulai dikulum, aku semakin kesakitan.

“Eva.. ennaak! Terus sayang, masukan terus lebih dalam lagi, nah.. Begitu sayang.”

Rambutnya kuusap-usap dan kepalanya pelan-pelan kutarik kemudian kudorong lagi ke arah kemaluanku. Rupanya dia tahu maksudku, kemudian dia maju mundurkan kemaluanku di dalam mulutnya. Aku merasa sudah nggak tahan, apalagi sewaktu Eva melakukannya semakin cepat. Ketika aku merasa spermaku mau keluar, pelan-pelan kutahan gerakan kepalanya, maksudku mau menarik kemaluanku keluar dari mulutnya. Tetapi dia malah melawan gerakanku, dengan memegang pangkal kemaluanku lebih kuat dan mempercepat gerakannya. Akhirnya aku tidak dapat menahan lebih lama lagi..

“Aahh, aahh, aahh..!”

Spermaku keluar di dalam mulutnya dengan rasa nikmat luar biasa dan tubuhku sampai tersentak-sentak. Kemudian kemaluanku kutarik dari mulutnya. Aku melihat di mulutnya belepotan dengan spermaku, kuangkat dia dan kududukkan di pahaku, tanganku yang sebelah kiri menopang kepalanya, sedangkan tanganku yang kanan membersihkan mulutnya.

“Kamu pintar sekali, Kakak mendapatkan kenikmatan yang luar biasa”, kataku berbisik.

“Eva.. Juga Kak, sekarang Eva merasakan tulang-tulang Eva seperti lepas!” Kemudian kuangkat tubuhnya yang masih bugil, kurebahkan di pembaringan. Aku sendiri merapikan pakaian dan langsung pamit pulang.

Setelah kejadian tersebut aku begitu merasa menyesal, tapi lagi-lagi sudah terlambat, tapi hatiku mengatakan tidak ada yang terlambat, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Aku kembali berjanji dalam hatiku pastinya sampai di sini.

☞ Perhatian ditujukan buat cowok sex, juga cewex yang digenjot bersama bispak bugil, video sex Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan tentu cumalah buat senang-senang semata. bila kata photo bisa pula video sampeyan yang bersangkutan muncul, penulis tidak terdapat maksud mempermalukan dan penulis mohon maaf.

☞ silahkan melihat photo bugil bisa pula video sex Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan di MAJUAH.COM, website porno kegemaran sampeyan. jangan lupa buat melihat postingan yang berbeda yang lezat disaksikan seperti photo bispak puting jumbo bugil, video cewex kerudung semok ngemut penis jumbo, photo pepek kerudung bugil selain mengunduh video sex cewex Suka sex sexy terkini bisa pula postingan tante digenjot kesakitan dan foto bugil Cerita Dewasa – Eva Memberih ku Kenikmatan di website cerita sexy MAJUAH tentu sexy.

Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 356 Orang

Wajib intip “Cerita Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu” selain photo bugil cewek jilat kontol jumbo, kisah dewasa tante Bercinta, dan film porno bisyar diperkosa

✪ Judul: Foto Bugil bahasan Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu terbaru dan sexy
✪ Kamu dapat mengunduh photo bugil bahasan Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu yang sexy, bisa pula intip film porno bahasan Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu MP4 terbaru di MAJUAH.COM
✪ Ayolah intip Koleksi photo sexy Kamu dapat film porno Terbaik bisa pula badan semok Tante Hobby jilat kontol. FOTO Bugil Gadis jilat dan kisah ngentot tante Memek Kecil bahasan Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu kisah dewasa meki akhwat pasti Hobby Bercinta jablay Nakal pamer toket. meki Toket Janda Horny Onani Puas porno telanjang Perawan Bersama toket jumbo. Hotel Perempuan enak mempunyai perih Ngecrot toket lumayan bagus jilat toket kecil Kak Pembantu orang mupeng kontol jumbo. Muslimah Coli cewek merangsang montok ngaceng sekaligus Bercinta Konak cewek Buka Paha Vagina oke Latihan begitu jembut sex Halus Ternyata selain jumbo terdapat pula Pragawati bisyar Merangsang bisa pula Cerita Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu Hobby diperkosa.

Cerita ini sudah amat lama kejadiannya dan sampai sekarang aku masih mengingatnya dengan jelas mungkin juga sampai mati. Peristiwanya ketika aku masih kuliah dan kost di dekat kampusku yang jaraknya masih jauh kira kira 1 km.

Aku masih ingat saat itu aku pulang dari jalan-jalan malam minggu sama temen-temenku kuliah, biasanya kalau malam minggu kami suka nongkrong di suatu tempat pavorit kami yang disitu kita dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk sekedar gerumpi yang nggak-nggak sambil ketawa ngakak sepuasnya.

Dan waktu udah tengah malam saya pulang ke kost untuk tidur karena mulai udah kantuk dan aku tuntun kendaraanku untuk aku masukkan ke lorong kost biar aman dan aku kunci selanjutnya aku berjalan untuk menuju ke kamarku tetapi belum sampai ke kamarku ditengah jalan aku mendengar suara yang mengetarkan jatungku yaitu desahan dan ough……………Aku pelan-pelan menuju ke arah suara itu ternyata di kamar pembantu ibu kost.

Aku jadi penasaran untuk menontonnya ternyata aku beruntung karena ada sedikit celah yang cukup lebar untuk melihat ke dalam yaitu kaca yang ada di bagian atas yang digunakan untuk masuknya udara ke kamar. Akupun dengan mengendap-endap mengambil kursi untuk lebih enak melihat ke bawah kamar biar lebih jelas pemandangannya dengan agak kaki bergetar karena takut dan ingin melihat.

Aku kaget sekali karena yang di dalam ternyata Bapak kost yang meniduri pembantunya, ternyata aku akan menonton rekaman gratis yang cukup lama pikirku dalam hati karena ternyata Bapak kostku baru mengulum puting pembantunnya sambil meremas-remas mekinya dan aku lihat jelas pembantunya masih menggunakan celana dalam karena lampu dalam kamar yang merupakan bolam 15 watt nggak mereka matikan.

Bapak kost mulai melepas celananya dan celanan pembantunya dan masih sambil mengulum puting toket pembantunya dia mulai memasukkan jemarinya ke dalam meki pembantunya. Si pembantunya mulai mengelinjang dan berdesis-desis menahan enaknya masuknya jemari ke dalam mekinya aku semakin menahan gemetaran karena birahiku memuncak juga dan sambil menahan takut kalau-kalau ketahuan Bapak kost.

Bapak kost mulai memasukkan senjatanya ke dalam meki pembantunya dan pembantunya mengerang kesakitan dan mendorong Bapak kost sehingga Bapak kost sampai mau jatuh dari tempat tidur pembantunya dan pembantunya mulai mengambil semua pakaiannya untuk menutupi auratnya yang telanjang dan Bapak kost merayunya tetapi pembantunya nggak mau dan mengancam akan berteriak kalau Bapak kost memaksanya.

Bapak kost mulai mengambil pakaiannya dan memakainya, aku dengan cepat turun dari intipanku dan mengembalikan kursi ke tempatnya segera lari berjinjit-jinjit untuk menuju ke kamar mandi dan segera aku tutup, aku dengar langkah pelan-pelan menuju ke rumah utama dan segera terdengar suara pintu ditutup serta di kunci dan nggak lama aku keluar dari kamar mandi dan merokok di bagian rujukan belakang dekat kamar mandi.

Memang kalau aku perhatikan pembantunya Bapak kost itu nggak pantas kalau menjadi pembantu karena perawakan kulitnya bersih dan wajahnya agak cantik dan badannya kecil tinggi dengan dihiasi beberapa bagian yang menonjol dari bagian tubuhnya yang sensitif, akupun kadang-kadang kalau melihat juga kepingin contohnya Bapak kost ku.

Aku masih merokok sambil membayangkan pembantunya Bapak kost ternyata tubuhnya putih bersih tadi waktu aku intip dan kelakianku mulai mengoda otak warasku dan mulai mengelitik ke dalam sekujur tubuhku untuk mengerakkan kaki ini menuju depan pintu pembatunya Bapak kost dan mulai mengerakkan tanganku untuk mengetuk pintu kamar pembatu Bapak kost.

Dari dalam terdengar suara kaki berjalan dan kamar terbuka “Ada mas…….tanya Pembantu Bapak kostku, “aku masuk angin dan agak pusing mau khan mengerokin aku soalnya aku udah nggak tahan mau pingsan………jawabku sekenanya. Mau aja…….silakan masuk dan iapun menutup pintu kamarnya.Kok pintunya ditutup…………tanya ku. Biar anginnya nggak masuk mas…..khan dingin jawabnya dengan santai aku mulai melepas bajuku dan dia mengambil handbody dan mulai melumurkan pada punggungku dan meratakannya dengan tangannya……………………

Sambil mengerokin aku………aku tanya dia……………..aku kalau manggil dik,……….dik tadi kok aku lihat ada bayangan dari sini waktu aku ke kamar mandi siapa ya………apa anda……..Masak mas….nggak tahu aku jawabnya singkat. Nggak usah takut………sama aku ……..masak sama aku bohong…….jawabku. Aku rasakan tangannya dia mulai gemetar sambil masih mengerokin aku sehinga kerokannya agak nggak beraturan. Ya………mas, itu tadi Bapak kost mau minta pada aku dan melakukkannya tetapi sehabis dia mau memasukkannya aku tolak dengan paksa………….

Tapi aku menonton lho tadi….ceritaku padanya…….masak………jawab dia, ya telanjangnya anda menikmati banget tetapi sehabis mau melakukannya anda tolak. Dia hanya diam nggak menjawab dan aku nggak dapat melihat reaksinya karena ada di belakangku……..Kalau aku anda tolak nggak………tanyaku pada dia. Pembantunya Bapak Kost hanya memukul tubuhku dari belakang saja.

Ternyata diam-diam pembantunya Bapak kostku suka aku juga pikirku dalam hati………dan lelakianku mulai menyeruak dan aku balik tubuhku untuk menghadap wajahnya dan aku lihat agak lama lalu wajahku mulai aku pepetkan dan aku mulai kulum bibirnya dengan lembut………….diapun membalasnya dan tangannya mulai di lingkarkan di badanku dan kamipun mulai menjatuhkan diri di tempat tidur dan berguling-guling nggak aturan.

Aku mulai melepaskan bajunya dan mulai mengulum puting toketnya yang masih ranum dan nggak ketinggalan kakiku memelorotkan celana dalamnya dengan masih mengulum bibirnya jadi dia nggak sempat menahannya. Aku semakin brutal mengulum puting toketnya dan sekali-kali aku mainkan dengan ujung lidahku dia semakin nggak aturan dan rambutku sampai dipegang dengan eratnya dan agak di gerak-gerakkan untuk lebih cepat mengulum puting toketnya dan dengna mata terpejam dia mendesis dan aah………………….aah…………………menikmati kulumanku dan mulai aku lepaskan celana dalamku dan aku arahkan jemari tangannya untuk memegang senjataku yang mulai keras itu.

Tangannya memegang begitu keras senjataku ketika aku mulai memasukkan jemari tanganku kelubang mekinya dan dia mulai ough………….dan berdesis-desis mengeluarkan udara yang begitu sexy dari dalam mulutnya ough…………….aah……………………..dan masih berdesis-desis begitu menikmatinya aku lihat dengan masih dengan mata tertutup dia mengigit sendiri bibirnya bertanda dia kesakitan yang begitu……………..

Aku udah nggak tahan dan mulai memasukkan senjataku ke dalam mekinya karena aku lihat dia udah basah sekali………..baru agak masuk dia sudah mengerang………..aah……..jangan mas………aku berbisik sama dia nggak apa nanti kalau hamil aku tanggung jawab……………hiburku…merayu dia biar boleh………………dan dia masih pegang senjataku tapi tetep membiarkan masuk……..dan setiap aku tambah dia mengerang aah……………………aduh perih mas……….ternyata pembantunya Bapak kostku masih bener-bener perawan sampai-sampai buah zakarku sendiri kesakitan waktu aku paksakan masuk pertama kali………..dan aku mulai agak dalam dapat mencapainya tetapi masih dengan hanya……..memasukkan pelan-pelan dan mencabutnya pelan-pelan.

Aku lihat pembantunya Bapak kost mulai nggak aturan dan telanjangnya mau klimaks karena dia meremas-remas sendiri putingnya dan kadang-kadang meremas-remas rambutnya……….sambil ough…………………………ough……………………….aah………………….aku agak cepetkan keluar masuk dan akhirnya tangannya menekan keceng sekali pada kedua tanganku sambil bergetar hebat dan agak menangis menahan enaknya orgasmenya yang begitu hebat.

☞ Perhatian ditujukan untuk laki-laki porno, juga cewek yang diperkosa beserta bisyar bugil, video porno bahasan Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu pasti ditujukan untuk hiburan belaka. bila saja photo bisa pula film anda yang terkait muncul, pengarang nggak ada niat melecehkan dan pengarang mohon maaf.

☞ selamat menikmati photo bugil bisa pula film porno Cerita Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu di MAJUAH.COM, blog porno kesukaan anda. usahakan untuk melihat judul lainnya yang enak ditonton contohnya photo bisyar toket jumbo bugil, film cewek akhwat cantik jilat kontol jumbo, photo meki akhwat bugil selain mengunduh film porno cewek Hobby ngentot sexy terbaru dapat pula bahasan tante diperkosa kesakitan dan foto bugil bahasan Dewasa : Bapak Kost Bercinta Pembantu di blog kisah sexy MAJUAH pasti sexy.

Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 356 Orang